LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
DEKAN
PERIODE PELAYANAN TAHUN 2011-2015*
DASAR
- SK Rektor UKIT No.016/SK-91005/V/2011 tentang Pengangkatan dan Penetapan Dekan Fakultas Teologi UKIT Periode 2011-2015, tertanggal 6 Mei 2011.
2. Pelantikan dan Serah Terima pada 11
Mei 2011.
- Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran seperti tercantum dalam Buku Panduan Studi 2006/2008, dan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran dalam Kurikulum Baru (2014).
- Statuta UKIT.
- Program Kerja Periode 2011-2015.
PENDAHULUAN
“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan
goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam
persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (I Korintus 15:58).
Bagian Alkitab ini telah
mendasari, memotivasi, menguatkan dan memampukan saya dalam kebersamaan dengan
para Pembantu Dekan dan Pimpinan Program Studi dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas/tanggungjawab
kepemimpinan/kepelayanan periode 2011-2015 (11 Mei 2011 - sampai sekarang).
Penggalan kata-kata ‘Jerih Payahmu Tidak Sia-Sia’ telah menjadi judul buku
kenangan Dies Natalis ke-50, Oktober 2012.
Sebagai lembaga pendidikan tinggi
teologi, dalam kebersamaan dengan semua Fakultas di lingkungan Universitas
Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), kita terus melaksanakan Tri Darma Perguruan
Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat. Dalam
periode ini, periode yang masih serba sulit
karena permasalahan internal UKIT dan Gereja Pendirinya (GMIM), kita berhasil mempertahankan kualitas Tri
Darma Perguruan Tinggi sesuai dengan Visi, Misi, Tujuan dan Sasarannya
berdasarkan Program Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun 2011-2015.
Kitapun berhasil mempertahankan kualitas hubungan dengan lembaga-lembaga
pendidikan tinggi teologi di Indonesia dalam wadah Perhimpunan Sekolah-Sekolah
Teologi di Indonesia (PERSETIA)[1],
juga dengan pendidikan tinggi teologi di Asia Tenggara dalam wadah The
Association for Theological Education in South East Asia (ATESEA), dan lembaga
donor yaitu Foundation for Theological Education in South East Asia (FTESEA)[2],
serta forum pustaka dan pustawakawan dalam wadah Forum Pustakawan dan
Perpustakaan Teologi Indonesia (ForPPTI), Forum of Asian Theological Librabrian
(ForATL). Demikianpun dengan lembaga
ekumenis gereja yaitu Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)[3]
dan bahkan dengan lembaga ekumenis internasional yaitu Ekumindo[4]
yang mencarikan dana untuk bantuan studi (penelitian dan persiapan ujian)
kepada dua dosen yang sedang studi lanjut penuh waktu.[5]
Kita bersyukur atas keberhasilan
kita memasukkan Borang Akreditasi ke
BAN-PT pada bulan Agustus 2013 sehingga kita boleh memakai nilai akreditasi C.[6]
Kita bersyukur atas keberhasilan kita diakreditasi ulang (re-accreditation
status) oleh ATESEA untuk November 2013- November 2017.[7]
Dua status akreditasi ini adalah bukti dari kesungguhan kita bersama untuk
mempertahankan dan mengembangkan lembaga pendidikan yang kita cintai ini di
tengah banyak kesulitan kelembagaan. Juga perpustakaan kita mendapat sertifikat
sebagai Anggota dari Forum of Asian Theological Librarian (ForATL) 2015-2018.
Untuk itu, sepatutnya saya
menyampaikan penghargaan kepada seluruh
sivitas :
-
Kepada semua rekan dosen yang dengan setia telah berjuang bersama
terutama dalam hal melaksanakan
pembelajaran yang berkualitas di tengah kemelut ini.[8]
-
Kepada para mahasiswa dalam koordinasi pimpinan Lembaga Kemahasiswaan.
Saya bangga dengan kalian, kita menjadi lebih kuat dalam bersama-sama
‘mempertahankan’ jati diri lembaga ini.
Tanpa mahasiswa yang setia dan teguh berjuang selama ini, maka pasti lembaga
kita ini tidak mungkin sampai berada di sini.
-
Kepada para staf pegawai sesuai dengan bidang kerjanya telah mengabdikan diri sepenuhnya, sehingga
utamanya pelayanan kepada mahasiswa berjalan dengan baik dan komunikasi antar
sivitas berjalan lancar. Kita bersyukur karena pemberian dan pengabdian diri
kalian yang tulus dalam bekerja, meski tidak sebanding dengan penghargaan yang
diberikan oleh lembaga dalam hal pemberian
honorarium yaitu di bawah upah minimum provinsi. Bahkan ada yang dengan
sukarela bekerja di luar jam kantor. Itu tak ternilai.
Atas semua keberhasilan ini, saya
mengajak kita bersama-sama bersyukur kepada TUHAN Allah : Bapa, Anak dan
Roh Kudus yang telah menyertai kita sekalian.
Secara rinci keberhasilan kita
ini tertuang dalam Laporan Dekan yang disampaikan dalam pertemuan-pertemuan
dosen,wakil pimpinan lembaga kemahasiswaan, wakil staf pegawai, pada setiap
akhir semester dan pada perayaan Dies Natalis.
Bagi saya, menjadi Dekan selama periode
pelayanan ini merupakan suatu kesempatan
unik, berarti dan berharga.[9]Unik
karena berkarya di masa sulit.Berarti dan berharga karena ‘kepemimpinan’ saya
ditempa dalam situasi kampus yang tidak kondusif, penuh tantangan[10]
dengan segala konsekuensinya.Tuhan mengaruniakan kesempatan khusus (kairos)
bagi saya untuk sambil belajar sambil berbagi potensi diri anugerah-Nya. Kepemimpinan saya dalam kebersamaan dengan
para Pembantu Dekan diuji dalam proses aksi-refleksi dengan dan terutama oleh semua sivitas, dan dengan semua
orang, baik secara pribadi maupun lembaga, yang bersentuhan langsung dengan
Fakultas Teologi UKIT.
Dalam periode ini, sebagai
representasi Fakultas Teologi saya
menghadiri Sidang Umum ATESEA (The Association for Theological Education in
South East Asia), di Manila tahun 2013. Dalam Sidang Umum ini saya terpilih[11]menjadi Anggota
Board of Trustees[12]
untuk tahun 2013-2017. Demikian pula saat menghadiri Rapat Umum Anggota
PERSETIA (Perhimpunan Sekolah-Sekolah Teologi di Indonesia), di Malang tahun
2014, saya terpilih menjadi Wakil Ketua 2 Pengurus untuk tahun 2014-2018.[13]Dan sebagai representasi ATESEA, saya menjadi
salah satu Anggota dalam Kelompok Kerja Teologi Kontekstual M21[14]
untuk regio Indonesia-Malaysia sejak tahun 2013. Bagi saya, keberadaan saya
dalam kepengurusan dua Asosiasi
Pendidikan dan Badan Misi Internasional ini membuktikan bahwa eksistensi
lembaga kita diperhitungkan secara nasional dan internasional.
Untuk semua itu, saya menyampaikan banyak terima kasih
kepada:
-
Rektor UKIT dan Para Pembantu
Rektor atas dukungan dan koordinasi kerja selama ini.
- Rekan-rekan pimpinan yaitu Para
Pembantu Dekan[15] dan
Pimpinan (Ketua) Program Studi yang telah
bekerja bersama dalam dinamika
yang positif dan progresif.
- Para Anggota Senat yang selalu
siap mengambil keputusan bersama dalam memperkuat komitmen kepemimpinan yang
melayani bagi pengembangan lembaga ini.
-
Para dosen yang telah berjuang bersama di tengah badai, dan dalam segala
keterbatasan dana serta tantangan psikologis dan sosiologis, kita dapat
melaksanakan kewajiban dengan berhasil.
- Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan
(DEM dan DPM) yang setiap tahun berganti pengurusnya, yang telah dan terus berjuang bersama di
tengah badai pergumulan yang panjang ini. Juga telah menjadi komunikator yang
baik antara mahasiswa dengan Dekanat.
Berikut ini adalah
pertanggungjawaban Dekan secara umum. Sedangkan pertanggungjawaban secara rinci
dapat dibaca dalam Laporan dan
Evaluasi menurut bidang kerja para
Pembantu Dekan yang tersedia dalam
Lampiran Laporan Umum ini. Dalam Lampiran Laporan ini terdapat buku/folder/map[16] :
- Program Kerja periode 2011-2015.
- Kurikulum 2014.
- Daftar Mahasiswa sejak tahun 2011-2015
- Laporan Kerja dan Evaluasi setiap akhir semester yang dibacakan dalam Pertemuan Dosen, Perwakilan Mahasiswa dan Perwakilan Pegawai.
- Laporan Kerja Tahunan yang dibacakan dalam Acara Dies Natalis 2011, 2012, 2013,2014.
- Buku Notulen Pertemuan/Rapat 2011-2015.
- Laporan Perpustakaan.
- Dokumen BorangAkreditasi (Evaluasi Diri, Buku IIIA, Buku IIIB, Lampiran).
- Surat-Surat Tanah.
- Daftar Inventaris.
- Buku-Buku Notulen dan Daftar Hadir Rapat/Pertemuan.
- Buku Alumni.
I. Program/kegiatan antar
bidang yang berhasil dikerjakan/diikuti.
- Menyusun dan menerbitkan Buku Kurikulum 2014 (efektif berlaku mulai Agustus 2014)[17]
- Mengirim kembali Borang Akreditasi BAN pada Agustus 2013.[18]
- Mendapatkan “Re-accreditation Status” dari ATESEA (November 2013 – November 2017).
- Laporan EPSBED/PDPT setiap semester melalui UKIT.[19]
- Kesejahteraan Dosen dan Pegawai. Dua kali kenaikan honorarium bagi para pegawai dan tunjangan bagi para dosen.[20]
- Pengembangan kapasitas dosen bidang penelitian melalui pelatihan yang dilakukan oleh Jaringan Pendidikan Teologi Indonesia Timur[21]
- Keikutsertaan dosen, pegawai dan mahasiswa dalam kegiatan studi institut/seminar/lokakarya/sidang raya/rapat kerja berskala nasional dan internasional.[22]
- Perpustakaan :
- Kita telah memiliki Pustawakan yaitu Farly
R. Rondonuwu, STeol.
- Berhasil mengikuti Lomba Pustakawan Teladan
tingkat Provinsi dengan predikat Juara Pertama.
- Mengikuti
Lomba Tingkat Nasional Pustakawan Tingkat Nasional utusan Provinsi
Sulawesi Utara.
- Pelatihan
tenaga Pustakawan untuk Pengembangan instalasi perpustakaan menggunakan
i-SPEKTRA.
- Menjadi Anggota Forum Pustakawan dan
Perpustakaan Teologi di Indonesia (ForPPTI), dan bekerja sama dengan Forum
Komunikasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Kristen Indonesia (ForKomPPTKI).
- Menjadi Anggota Forum of Asian Theological
Librarian (ForATL) 2015-2018.
- Penerbitan Buku:
-
50 Tahun Fakultas Teologi UKIT 1962-2012 dengan judul
‘Jerih Payahmu Tidak Sia-Sia’ (Oktober 2012).[23]
-
75 Tahun Pdt.Prof. Dr. Jan Arie Bastiaan Jongeneel,SH
dengan jusul : ‘Ziarah Dalam Misi’ (Mei
2014).[24]
10. Penataan
berkelanjutan arsip/dokumen akademik.
- Melaksanakan (sebagai nyonya dan tuan rumah penyelenggaraan) Studi Institut Metodologi Riset Ilmu Teologi, 27-30 November 2012.[25] Penanggungjawab kegiatan adalah Pengurus PERSETIA.
- Penggalangan dana dari para alumni, jemaat dan donatur lainnya terutama untuk biaya perjalanan mengikuti kegiatan studi institute, seminar, lokakarya, konsultasi di luar daerah dan luar negeri, dilakukan oleh dosen/pegawai/mahasiswa dan Tim Penggalangan Dana.[26]
- Pertanggungjawaban keuangan yang dapat dipercaya dilakukan oleh Tim Verifikasi internal.
- Mendata semua alumni dari angkatan pertama, dan dibukukan. Peluncuran buku alumni untuk pertama kali dilaksanakan bersamaan dengan HUT ke-50 Fakultas Teologi UKIT tahun 2012.
II. Program/kegiatan yang tidak
berjalan lancar dan maksimal
1.
Penerbitan Buletin Inspirator
2.
Seminar Hasil Penelitian Dosen.
3.
Konvokasi Perwalian dan Konvokasi Umum.
4.
Laporan Keuangan per triwulan.
5.
Unit usaha kantin dan pemberdayaan telaga, eks asrama,
tanah/kebun.
6.
Pengurusan Jabatan Fungsional Dosen hanya sampai di
UKIT.[27]
III. Program yang tidak dapat
dilaksanakan.
Bidang Akademik
1. Penyegaran
berbahasa Inggris bagi para dosen
2. Rekrutmen
dosen tetap sesuai bidang yang dibutuhkan[28]
3. Pertukaran
dosen dengan sekolah-sekolah lain.
4. SIAKAD
ke WAN
5. Jurnal
Exodus[29]
Bidang Administrasi Umum dan Keuangan
1. Audit
eksternal.[30]
2. Pembelian
1 unit kendaraan roda empat.[31]
Bidang Kemahasiswaan dan Hubungan Masyarakat
1. Retreat
Mahasiswa[32]
2. Mengikuti
Lomba Internasional
3. Penerbitan
News Letter[33]
4. Penerbitan
Buku Kabar Baik[34]
5. Forum
Orangtua Mahasiswa (FOM)[35]
6. Pertemuan
dengan Orangtua Mahasiswa[36]
7. Laporan
DEM/DPM
IV.
Usulan
- Dalam koordinasi Rektor UKIT dan bersama-sama seluruh sivitas UKIT mewujudkan UKIT Satu pada tahun ajaran baru 2015/2016.[37]
- Melanjutkan dan meningkatkan pengurusan jabatan tenaga pengajar dosen di KOPERTIS/DIKTI.
- Merekrut dosen-dosen muda.
- Melanjutkan program studi lanjut bagi dosen[38]
- Meningkatkan Penelitian dan Penulisan a.l. melalui Jaringan Sekolah-Sekolah Teologi Indonesia Timur, Asia Journal Theology (AJT) [39] dan dituangkan dalam Buku.
- Mengembangkan Program Pengabdian pada Masyarakat.
- Melanjutkan dan mengembangkan penerbitan Jurnal Exodus untuk mendapatkan Akreditasi.[40]
- Menuntaskan materi Praktek Lapangan dan Penulisan Tugas Akhir dalam Kurikulum 2014.
- Menyusun kembali Peraturan Kelembagaan sesuai kebutuhan dan tantangan masa kini dan nanti dalam koordinasi dengan UKIT.
- Pemberdayaan lembaga kemahasiswaan
- Mengkaji ulang honorarium seperti a.l. transportasi, rumah untuk dosen.
- Melengkapi Sistem Informasi Akademik sampai dapat diakses melalui internet (WAN).
- Mengembangkan web www.fteologi.uki-t.ac.id dan http://libfteolukit.ddns.net
- Merekrut tenaga operator untuk SIAKAD dan web fakultas.
- Merenovasi semua gedung yang tidak layak (tempat kuliah, terung kalutay, gedung serba guna, asrama-asrama).
- Memberdayakan tanah/telaga dan eks asrama Educatio Christi.
- Penambahan media pembelajaran elektronik.
- Penambahan dan pemutahiran alat-alat elektronik untuk kantor.[41]
- Penataan kembali perumahan dosen.[42]
- Mengangkat pengurus asrama
REFLEKSI/PENUTUP
Periode ini adalah periode kedua
plus[43]
dalam kondisi UKIT yang masih ‘serba sulit’.[44]Dalam
rentang waktu 4 tahun terakhir ini, kita berhasil melewatinya seperti periode
sebelumnya (2006-2010/2011).Sangat jelas tercatat rinci dalam laporan-laporan
semesteran dan tahunan, terutama hasil pembelajaran mahasiswa yang setiap
semester dan hasil akhir berada di atas rata-rata nilai 3.Demikian juga para
lulusan kita sebagian besar telah bekerja baik di dalam gereja (sebagai
pendeta)[45] maupun
dalam masyarakat (pegawai negeri sipil, pegawai swasta/bank, aktivis dalam
lembaga swadaya masyarakat, bahkan yang mencipta lapangan kerja).Perpustakaan
sebagai wahana pembelajaran, dokumentasi dan rekreasi terus dikembangkan.[46]
Ketiga hal ini yaitu hasil studi mahasiswa, serapan para lulusan di dunia kerja,
dan perpustakaan, adalah tolok ukur
utama dari keberlanjutan kualitas pendidikan tinggi.
Kitapun berhasil dalam :
1.
Menguji komitmen seluruh sivitas dalam mengawal
kebenaran berkaitan dengan permasalahan kelembagaan yang ditimpakan kepada UKIT
YPTK GMIM sejak Maret 2006.[47]
2.
Mengembangkan hubungan antar sivitas sebagai keluarga,
menjadi dekat satu dengan yang lain, merasa senasib sepenanggungan.
3.
Menempa kepemimpinan dosen dan mahasiswa di tengah
permasalahan eksternal dan pergumulan internal.
Bahwa ada dinamika dalam
kebersamaan selama ini, itu adalah ruang-ruang yang dengan sengaja atau tidak
sengaja telah membuat kita saling mengenal lebih dekat, siapa saya dan siapa
kita dalam kepedulian perjuangan yang sama. Bahwa ada yang mengambil jalan
sedikit berbeda, itu adalah konsekuensi logis dari betapa majemuknya perbedaan
di antara kita apalagi saat kehendak orang per orang atau ‘kelompok’ bertindih tepat dengan
kehendak bersama dalam koridor ketentuan institusi. Bahwa ada yang memilih
sedikit menjauh, itu adalah salah satu cara
untuk ‘cari aman’ di saat-saat tersulit mengambil keputusan. Bahwa ada
yang akhirnya memilih untuk meninggalkan kebersamaan di kampus, itu adalah
pilihan terbaiknya, yang tak dapat ditolaknya.
Kita bersyukur kepada Tuhan Yesus,
Kepala Gereja, yang berkenan memakai Ketua BPMS GMIM, didampingi oleh
Sekretaris BPMS GMIM periode 2014-2018, yang membuka kembali pintu komunikasi
antara UKIT YPTK GMIM dan Sinode GMIM (yang tertutup sejak tahun 2011)
sebagaimana itu menjadi keputusan Sidang Majelis Sinode, Maret 2014.[48]Wacana
rekonsiliasi terbuka kembali dan sedang berproses.[49]
Semoga jalan yang sedang kita tapaki dari UKIT yang terbelah menuju UKIT yang
utuh, yang damai dan adil, akan segera menjadi kenyataan di tahun ajaran yang
baru 2015/2016.[50]
Kiranya kita tetap kuat dan setia
dalam kebersamaan menuju UKIT yang utuh. Semoga Tuhan Allah terus menolong kita.
Demikianlah laporan
pertanggungjawaban
saya selaku Dekan.
Akhirnya, saya
pribadi memohon maaf bila ada kata-kata/ucapan dan prilaku saya yang tidak
berkenan di hati rekan-rekan pimpinan, para anggota senat, para dosen, para
pegawai dan para mahasiswa. Mohon maaf pula bila saya tidak dapat memenuhi segala harapan.
Tomohon, 06 Mei 2015
Dekan,
Dr. Karolina Augustien Kaunang
NIDN 09100857
*Naskah awal
laporan ini disampaikan dalam Pertemuan para dosen, pimpinan lembaga kemahasiswaan,
wakil pegawai, pada tanggal 15 April 2015. Kemudian disampaikan dalam Rapat Senat Fakultas pada 17 April 2015. Pasca
Rapat Senat, masih ada revisi sampai
batas pengakhiran masa tugas seuai dengan SK Rektor sampai 06 Mei 2015.
[1]Melalui
PERSETIA, kami mendapat surat dari Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat
DIKTI nomor :0404/E3.2/2015 tanggal 2 Februari
2015 tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Serta Gelar Lulusan
Perguruan Tinggi, maka kami menyampaikan surat tentang perubahan nama program
studi sesuai dengan nomenklatur baru bahwa kami tetap bernaung di DIKTI menjadi
Program Studi S-1 Filsafat Keilahian, dengan gelar Sarjana Filsafat, berlaku 1
Agustus 2017. Lihat surat kami no.26/91005/810/II/2015 tanggal 24 Februari
2015.
[2]FTESEA mengirim ‘grant’ setiap tahun melalui ATESEA.
Mulai tahun 2016, pemberian grant berdasarkan proposal.Prosposal ini sudah
harus dikirim ke ATESEA pada selambat-lambatnya akhir Juni 2015.
[3] PGI
berkirim surat ke fakultas berkaitan dengan undangan menghadiri
seminar/simposium/konsultasi.
[4]Melalui
Bendahara Ekumindo, bapak Drs. Huub Lems, SH. Bantuan ini berdasarkan percakapan kami dengan bapak Lems pada
tanggal 6 Februari 2015, dan diikuti dengan surat permohonan ( Proposal). Berita gembira dari bapak
Lems pada tanggal 12 Maret 2015 melalui
surel bahwa permohonan kami mendapat tanggapan positif melalui Dana Puti’a (dana almarhum Duyverman
yang pernah melayani di Bolaang
Mongondow). Dana dikirim melalui
fakultas, dan telah diteruskan kepada yang berhak menerimanya.
[5]Marhaeni
Luciana Mawuntu, STh.MSi (studi di FTeol UKSW) dan Vera Loupatty, MTeol (studi
di STT Jakarta).
[6]Sebelumnya
kita telah mengajukan permohonan akreditasi dengan membawa Borang Akreditasi ke
BAN-PT tahun 2010, dan telah dikunjungi oleh Tim Asesor BAN-PT yaitu Dr.Daniel
Nuhamara dan Dr. Samuel Hakh, pada tanggal 15-16 Desember 2010 (dokumen borang
dan berita acara kunjungan tim asesor tersimpan dalam arsip fakultas). Namun sampai sekarang hasilnya belum kami
terima.Berdasarkan surat edaran dari Dikti Nomor 1897/E2.3/T/2013 tanggal 20
Maret 2013 perihal Ijin Penyelenggaraan
dan Akreditasi Program Studi, butir 2 “Bagi program studi yang belum
terakreditasi untuk segera mengajukan permohnan akreditasi ke BAN-PT, apabila
dalam kurun waktu 6 (enam) bulan sejak surat edaran Nomor 160/E/AK/2013 terbit
belum mengajukan akrediasi maka izin prodi akan dicabut dan dinyatakan tidak
sah” , dan mengacu pada Surat Edaran
Nomor 160/E/AK/2013 titik 1 dan 2, maka
operasional pembelajaran kita terus berjalan dengan status akreditasi C.
[7]Setelah
sebelumnya dikunjungi oleh Tim Akreditor ATESEA pada 13-16 November 2013. Tim Akreditor : Dr.Liew Yoo
King (Trinity Theological College, Singapore), Dr. Armando Canoy (Philippine
Baptis Theological Seminary), Dr.Samuel Hakh (STT Jakarta).
[8]Lihat
Lampiran Bidang Akademik.
[9]Periode
ini adalah periode kedua plus. Periode
pertama tahun 2006-2010. Kemudian diperpanjang
untuk tahun 2010-2011.
[10]Permasalahan
eksternal dan pergumulan internal.
[11]Dipilih
oleh peserta yang mewakili sekolah-sekolah teologi dari Indonesia. Untuk Indonesia
mendapat jatah 2 orang. Saya bersama
Ketua STT Jakarta Pdt. Dr. Joas Adiprasetya terpilih untuk itu.Sekolah Angota
ATESEA dari Indonesia berjumlah 17 sekolah.
[12]Dewan
Kurator/Penyantun.
[13]Representasi
Fakultas Teologi UKIT yang pernah menjadi Pengurus PERSETIA ialah W.Langi, MTh
(Anggota, 1973-1975), Dr. W.A.Roeroe
(Wakil Ketua, tahun 1975-1978,
1990-1994), Maria Assa, M.Min (Anggota, tahun
1998-2002), Richard .A.D.Siwu,
PhD (Wakil Ketua II, tahun 2002-2006) dan Karolina A. Kapahang-Kaunang, MTh (Wakil
Ketua II, tahun 2006-2010). Lihat Yusak Soleiman, Hendrik Ongirwalu, Epifania
L.M.Raintung (penyunting), Vivat Crescat
Floreat.Belajar dan Bertumbuh Bersama, Refleksi atas Setengah Abad PERSETIA.Jakarta
: BPK Gunung Mulia, 2014, hlm. 252-255.
[14]Mission
21 (M21) adalah Badan Misi Internasional yang berpusat di Basel-Switzerland.
Kita patut berbangga bahwa yang menjadi Koordinator Program Mission 21 untuk
Regio Indonesia-Malaysia adalah para tamatan S1 FTeol UKIT, yaitu Pdt. Joyce
Manarisip,STh, MSi. Sebelumnya dijabat oleh Pdt. Welman Boba,MTh
[15]Terjadi
pergantian Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan (PD2) pada
bulan Juli 2012. Pdt. Telly Djenni
Momongan, ThM mengundurkan diri dan diganti oleh Pdt. Johanna P. Setlight, MTh.
[16]Data-data
lainnya dapat dililihat dalam web fakultas : www.fteologi.uki-t.ac.id dan web
perpustakaan : http://libfeolukit.ddns.net
[17]Disusun
mulai tahun 2011.
[18]Dibawa
langsung ke Jakarta oleh Ketua Program Studi, Helena J.Tandiapa, MTeol.
[19]Belum
dapat dikirim secara online ke Dikti.
[20]Dalam
keadaan keuangan yang minim, karena hanya mengandalkan dana dari mahasiswa,
kami dapat menaikkan sebesar : pertama 15%, kedua 10%.
[21]Diikuti oleh Denni H.R.Pinontoan, MTeol dan Kemelien
Ondang, STh.MSi, MTh. Juga para dosen mengikuti
Studi Institut tentang
Metodologi Riset Ilmu Teologi pada bulan November 2012, lihat titik 11.
[22] Lihat
Lampiran Khusus.
[23]Diedit
oleh Karolina Augustien Kaunang dan Denni H.R.Pinontoan.
[24]Diedit
oleh Karolina Augustien Kaunang.
[25] Nyonya
dan tuan rumah menyediakan konsumsi, akomodasi, transportasi lokal,
perlengkapan.
[26] Kami
berterima kasih kepada semua donatur. Hal ini kami nyatakan dengan memberikan
surat ucapan terima kasih.
[27]Belum
dapat diteruskan ke Kopertis/Dikti karena permasalahan institusional yang belum
selesai tuntas. Jabatan Fungsional kepada 17 dosen terakhir kami dapatkan pada
Agustus 2006 dengan rician 8 orang
sebagai Lektor, dan 9 sebagai Asisten.
[28]Pada
dasarnya semua bidang studi sudah perlu merekrut dosen-dosen muda. Namun sesuai
dengan Program tahun 2011-2015, dicatat bahwa yang akan direkrut adalah dosen
untuk bidang studi Praktika, Biblika dan
Sistematika. Tetapi periode ini kami merekrut dosen muda untuk bidang Sejarah
Gereja, yaitu Dr.Max Edward Tontey.
[29]Padahal
Dekan telah mengeluarkan SK tentang Penanggung Jawab Penerbitan/Tim Editor yang dilengkapi dengan Mitra Bestari yaitu Dr. Mery Kolimon,
Prof.Dr. James Haire, Prof.Dr. Olaf Schumman, Prof.Dr.Yohanes Ohoitimur,
Prof.Dr.J.A.B.Jongeneel,SH.
[30]
Hanya ada audit internal yaitu oleh Tim Verifikasi.
[31] Yang dapat dilakukan ialah mengecat dan
mempberbaiki tempat duduk/bagian dalam mobil Kijang pada bulan November 2014.
[32]
Sivitas (dosen, mahasiswa dan pegawai) pernah mengadakan retreat dalam rangka
bergumul bersama dengan GMIM yang akan melaksanakan Sidang Majelis Sinode Maret
2014, Februari 2014. Tempat pelaksanaan di rumah/ perkebunan keluarga Pdt.
Politton-Assa.
[33]Periode
sebelumnya News Letter diterbitkan setiap semester.
[34]Periode
sebelumnya dimulai oleh Pdt. Dr.A.F.Parengkuan, dan menerbitkan 2 buku.
[35]Periode
sebelumnya Forum ini dimulai.
[36]Periode
sebelumnya beberapa kali diadakan pertemuan ini.
[37]Yang
sedang difasilitasi oleh Ketua dan Sekretaris BPMS GMIM.
[38]Sekarang
ini, yang sedang studi lanjut full time adalah Marhaeni L. Mawuntu,
STh,MSi di UKSW dan Vera Loupatty,M.Teol
di STT Jakarta. Ada pula dosen yang sedang studi lanjut sambil mengajar yaitu Ruth Ketsia Wangkai, MTh; Kemerlien Ondang, STh..MSi,MTh; Dra.
Magdalena H. Tangkudung,MSi; Johanna P
Setlight, MTh; Helena J. Tandiapa,
MTeol; Vera E.Burhan, MTeol; Leonard Masalamate, MTeol; Denni H.R.Pinontoan, MTeol; Meiva Lintang, STh.
[39]AJT
ini dikelola oleh ATESEA.Salah seorang koordinator kotributor penulisan dari
Fakultas Teologi UKIT ialah Dr.R.A.D.Siwu, MA, PhD.
[40]Kiranya
para dosen dapat membagi pengetahuannya melalui tulisan/artikel. Bukankah ini
salah satu tugas penting dari seorang dosen, dan dalam rangka pengurusan dan
kenaikan jabatan fungsional ?
[41] Kami
berterima kasih kepada para lulusan yang saat mengakhiri studi memberi hadiah
kepada alma maternya a.l. berupa
printer/scanner, CPU, layar monitor, LCD, laptob.
[42] Antara
lain ada rumah dosen yang digunakan oleh yang bukan dosen, ada asrama menjadi
rumah dosen.
[43]Periode
pertama tahun 2006-2010, kemudian diperpanjang sampai tahun 2011.
[44]Dalam
buku yang baru terbit, yang diedit oleh
Denni H.R.Pinontoan, berjudul Semangat
yang tak pernah pudar. Peringatan 50 Tahun (20 Februari 1965 – 20 Februari
2015) Universitas Kristen Indonesia Tomohon.Tomohon : UKIT Press, 2015,
Bagian Kedua diberi judul “UKIT dalam Penzaliman”. Penzaliman ini adalah fakta
sejarah yang dialami bukan hanya secara
lembaga, tetapi orang per orang seperti a.l. para lulusan warga GMIM yang
berniat untuk melamar calon vikaris, dan oleh sebagian besar dosen yang sangat
sering menelan ‘pil pahit’ disebut pembangkang, penyesat, tidak sadar
institusi. Lihat tulisanku dalam buku ini, hlm. 53-73 yang berjudul “Awal Konflik
: Dari Kepentingan Pribadi menjadi Keputusan Gerejawi”.
[45]Kecuali
di lingkungan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Memang ada para tamatan
kita yang menjadi pendeta GMIM, tetapi mereka harus mengganti ijazah atau mengikuti ujian ulang di UKIT Wenas.
[46] Ke depan semua hasil penelitian skripsi
mahasiswa dalam bentuk soft copy/pdf juga. Demikian juga dengan hasil-hasil
penelitian pascasarjana teologi UKIT.
[47] Kebenaran telah dinyatakan dengan terbitnya
Keputusan Mahkamah Agung RI No. 134 PK/PDT/2011 Tanggal 10 Mei 2011 yang
menolak Permohonan Peninjauan Kembali
Yayasan Ds. A.Z.R.Wenas, dan terbitnya Akte Penyesuaian Yayasan
Perguruan Tinggi Kristen GMIM tanggal 20 Februari 2013. Hanya saja pelaporan
EPSBED/PDPT serta pengurusan Jabatan Fungsional Akademik di KOPERTIS/DIKTI
masih mengalami kendala.
[48] Melalui sms dari Sekretaris Umum BPMS GMIM
pada bulan Juli 2011 menyatakan bahwa
berdasarkan hasil rapat BPMS tidak ada
ada lagi komunikasi dengan UKIT YPTK GMIM, karena UKIT YPTK GMIM adalah illegal
di mata GMIM. Sms ini adalah jawaban beliau atas surat permohonan kami untuk
kiranya boleh bertemu dengan BPMS.
[49]Setelah hampir 10 tahun (Maret 2006 –
kini), akhirnya Ketua BPMS GMIM periode 2014-2018, Pdt. Dr, H.W.B.Sumakul
berani mengakui bahwa persoalan di UKIT ini
terjadi karena kesalahan BPS GMIM
periode sebelumnya (2005-2010). Pernyataan ini disampaikannya, didampingi oleh
Sekretaris Pdt. H.C.M.Runtuwene, STh,MSi,
pada tanggal 26 Januari 2015 dalam pertemuan dengan para dosen UKIT YPTK
GMIM, bertempat di Aula UKIT. Peryataan
atas kesalahan, dan memohon maaf atas kesalahan lembaga gereja di masa lampau,
sungguh mulia.Inilah substansi rekonsiliasi itu sendiri.Ada pengakuan, dan ada
pengampunan. Kami menunggu pernyataan tertulis dan disebarkan untuk diketahui oleh semua anggota jemaat GMIM.
Pengakuan ini berproses
sejak percakapan Ketua, Pdt. Henny W.B.Sumakul, PhD dan
Sekretaris, Pdt. Hendry C.M. Runtuwene, STh,MSi dengan para dosen fakultas
di kampus ini pada 26 Mei 2014.
[50] Hal ini terungkap dalam pertemuan
pada tanggal 29 Januari 2015, bertempat di Aula UKIT YPTK GMIM, yang
difasilitasi/dipimpin oleh BPMS GMIM, dengan
Pengurus Yayasan, Rektorat, Dekanat, Pimpinan Program Studi kedua belah pihak. Setelah pertemuan itu, kami (Dekan dan PD1)
telah berinisiatif berkomunikasi dengan
Dekan dan PD1 di FTeol UKIT Wenas melalui telpon dan sms, bahwa kami
siap untuk ‘bakudapa’ dan ‘bacirita’ tentang kurikulum, namun sampai sekarang tidak ada berita
lanjut.